Kamis, 14 April 2011

Perempuan Tomboy

Kisah Nyata
Kehidupan keluarga yang sangat bahagia. Suami Isteri yang dipandang sangat baik dan sudah dikenal oleh banyak orang. Mereka menikah pada tahun 1967. Mereka dikaruniakan lima orang anak,,diantaranya tiga laki-laki dan dua perempuan..mereka hidup secara materi sangat berkecukupan..Ayahnya adalah seorang Ustadz dan ibunya adalah seorang pemimpin majlis Ta’lim. Mereka adalah keluarga yang bahagia dan selalu kompak..ketika ada masalah mereka selalu membicarakannya secara kekeluargaan dengan kepala dingin.akan tetapi sang Ayah dan Ibunya terbilang kurang perhatian dengan anak-anaknya….hanya ketika ada masalah saja keluarga ini berkumpul selebihnya tidak...anak keempatnya seorang perempuan yang terbilang sangat tomboy sekali dan berbeda dengan adik perempuannya (si Bungsu) yang bersikap layaknya wanita..kakanya (perempuan tomboy) ini orangnya sangat mudah bergaul dengan ssiapa saja,, walaupun orang tersebut baru dikenalnya..setelah lulus SMA dengan menggunakan baju seragam yang masih penuh dengan coret-coretan (perempuan tomboy) ini tidak langsung pulang ke rumah, akan tetapi menghampiri ke rumah saudara-saudaranya dengan sepada motornya..semua saudar-saudaranya di sapa dengan kata “haaaaii Ncing” begitu dia menyapa..sampai bolak-balik sambil menyapa dengan kata yang sama.. Perempuan tomboy ini sangat senang bahwa dirinya sudah lulus sekolah SMA, dia ingin melanjutkan seolahnya di sebuah perguruan tinggi ayng berada di Jakarta,,tetapi cita-cita dan harapan ingin melanjutkan sekolahnya tidak tercapai,,karena pada saat perjalan pulang na’as perempuan tomboy ini dihantam mobil sampah nyawa perempuan tomboy ini pun tidak terselamatkan,,karena perempuan tomboy ini beserta motornya terjebak dikolong mobil sampah tersebut,,sangat sulit sekali pada saat mengevakuasi perempuan ini disebabkan perempuan dengan motor dan mobil posisinya terjepit dan dalam waktu tiga jam barulah bisa dipisahkan antara mayat perempuan tomboy dengan mobil dan motornya..pada saat saudara-saudaranya diberi kabar bahwa perempuan tomboy tersebut kecelakaan..sampai-sampai ada saudarnya yang sedang mencuci beras, berasnya dilempar karena baru saja ia bertemu dan disapa (perempuan tomboy)..orang tuanya yang tidak mempunyai firasat apa-apa mendengar anaknya kecelakaan langsung mengis histeris begitu juga kakak-kakaknya dan adiknya,,mereka sekeluarga tidak menyangka akan kejadian ini. Keluarga ini sangat kehilangan sosok perempuan tomboy yang periang, suka canda dan tawa serta baik sekali oleh siapa saja. Bahkan teman-teman sekolahnya pun merasa kehilangan sekali. Sang Ibu dan Ayah tabah menerima semua takdir ini dengan kehilangan satu anak perempuannya,, kedua orang tuanya sangat menyesali karena selama ini mereka kurang memberikan perhatian kepada anaknya (perempuan tomboy) dan anak-anaknya yang lain...setelah kejadian ini sang Ayah dan ibunya memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya yang lain..setelah meninggalnya sang anak sang Ibu masih merasakan kesedihan yang mendalam..waktu terus berjalan detik, menit, jam, hari, mingguan, bulan dan tahun sang Ibu sudah mulai bisa menghilangkan rasa sedihnya. Kini mereka sekeluarga membuka lembaran baru yang lebih baik lagi dan menjadi orang tua yang sealalu perhatian kepada anak-anaknya. Dan kini kelauarga ini hidup bahagia dan dengan saling terbuka satu sama lain (sering berkumpul bersama.

Senin, 28 Maret 2011

DAMPAK PERKEMBANGAB T.I

NAMA : KIKI NURMAKIYAH
NPM : 10507141
KELAS : 4PA05
DAMPAK PSIKOLOGI TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
Sejarah
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan




DEFINISI
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang
administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.
Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya. Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif.
Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan
cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.

2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.

3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.

5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah seharihari.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Perkembangan teknologi informasi dan media massa saat ini telah memasuki era tanpa batas (borderless). Setiap orang termasuk anak-anak dapat mengakses informasi melalui beragam bentuk media, termasuk televisi. Tayangan anak merupakan satu dari sekian banyak program tayangan yang disuguhkan di layar kaca. Program tersebut pada dasarnya ditujukan bagi anak-anak agar mereka mendapat nilai-nilai positif bagi perkembangan dirinya, seperti nilai agama, pendidikan, budi pekerti, dan moral. Sesuai dengan tingkat perkembangannya, anak-anak memiliki kecenderungan untuk meniru apa pun yang mereka lihat dari lingkungannya tanpa mempertimbangkan sisi baik atau buruk dan manfaat atau kerugian yang ditimbulkan dari tayangan yang ditontonnya. Hal ini terjadi karena anak-anak belum cukup memiliki daya pikir yang kritis sehingga mudah percaya dan terpengaruh oleh isi dan materi media yang dikonsumsinya. Itulah sebabnya, mereka memerlukan hiburan yang khusus dibuat untuk anak, yaitu hiburan yang memperhatikan berbagai kebutuhan mereka.
Potensi besar yang terkandung dalam media layar kaca ini juga kerap menimbulkan polemik (perdebatan). Berbagai penelitian maupun kajian menemukan fakta bahwa program tayangan anak banyak mengandung unsur-unsur negatif yang justru membawa pengaruh buruk bagi perkembangan diri dan mental anak. Satu di antara pengaruh buruk televisi adalah pada penyebaran nilai-nilai kekerasan yang terdapat di dalamnya. Dari hasil kajian yang dilakukan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pada tahun 2009, ditemukan bahwa unsur kekerasan merupakan unsur pelanggaran yang dominan dalam program tayangan anak-anak. Dengan berpedoman pada P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran), unsur kekerasan pada program anak tersebut ditemukan dalam bentuk penayangan adegan kekerasan yang mudah ditiru anak-anak. Pertama, menampilkan kekerasan secara berlebihan sehingga menimbulkan kesan, kekerasan adalah hal yang lazim dilakukan. Kedua, kekerasan dalam hal ini tidak saja dalam bentuk fisik, tetapi juga verbal, seperti memaki dengan kata-kata kasar.
Sears (1991) menyatakan bahwa meningkatnya proporsi adegan kekerasan dalam film maupun televisi melahirkan kekhawatiran akan timbulnya pengaruh negatif bagi penonton, terutama anak-anak. Kekhawatiran ini ini didasarkan pada sifat penyiaran televisi yang dengan mudah menjangkau rumah-rumah dengan begitu bebas dan tanpa kendali. Kategori pelanggaran dalam tayangan anak mencakup aspek visual, narasi, dan nilai-nilai pelanggaran, moral, serta perilaku. Anak-anak yang menjadi korban dalam hal ini. Keadaan tersebut semakin diperparah dengan jam tayang untuk tontonan anak-anak yang meningkat menjadi 20 persen hingga 30 persen pada masa liburan.

Positif dari Teknologi
Positif dari teknologi yaitu, kita dapat mengetahui informasi-informasi lebih luas lagi. Kemudian kita juga dapat chatting dengan teman yang jauh dengan kita seperti misalnya tinggal di luar negeri. kita juga bisa membuka lapang kerja dengan berbisnis melalui teknologi ini.



Negativ dari Teknologi
Dampaknya yaitu, kita bisa lupa mengerjakan tugas-tugas, lupa mandi, lupa makan, membuat seseorang menjadi kecanduan dari teknologi ini.





Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi
Maret 18, 2009 — Wahidin:
http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/03/04/kekerasan-dalam-tayangan-anak-anak-di-televisi/

Sabtu, 26 Februari 2011

SISTEM INFORMASI SDM

Nama : Kiki Nurmakiyah
Kelas : 4PA05
NPM : 10507141

Setiap perusahaan besar pastilah memiliki sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS. Walaupun demikian nampaknya manajemen puncak kurang menekankan HRIS. Namun, peraturan pemerintah yang bertujuan memastikan persamaan dalam praktek personil perusahaan, mendesak manajemen puncak untuk memberikan perhatian yang layak pada HRIS. Menikmati status yang baru, HRIS mulai bermigrasi dari SI ke SDM, dengan memanfaatkan teknologi computer mikro. HRIS telah melalui jalan yang panjang pada decade yang alu, dan banyak eksekutif yang sekarag memandangnya sama berharga dengan system informasi fungsional lain. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia setiap perusahaan memiliki system untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP). Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya. Fungsi Sumber Daya Manusia
1. Fungsi sumber daya manusia memiliki empat kegiatan utama :
• Perekrutan dan Penerimaan.( recruitment and hiring).
• Pendidikan dan Pelatihan.
• Manajemen Data.
• Penhentian dan Administrasi Tunjangan.
2. Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia model HRIS meliputi tiga subsistem input :
a. SIA (Sistem Informasi Akuntansi).
b. Menyediakan data personil yang berkaitan dengan keuangan.
c. Penelitian Sumber Daya Manusia.
d. Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh
e. Penelitian Suksesi (succession study).
f. Analisis dan evaluasi jabatan (job analysis and evaluation).
3. Penelitian keluhangrievance studies)
a. Inteligen Sumber Daya Manusia.
b. Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari

Lingkungan perusahaan yang meliputi :
 Inteligen Pemerintah
 Inteligen Pemasok
 Inteligen Serikat Pekerja
 Inteligen Masyarakat global
 Inteligen masyarakat Keuangan
 Inteligen Pesaing
Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai tetapi juga mengenai perorangan dan organisasi dilingkungan perusahaan yang mempengaruhi arus personil.

Model HRIS meliputi enam subsistem output yaitu :
• Subsistem Perencanaan Kerja.
• Subsistem Perekrutan
• Subsistem Manajemen Angkatan Kerja.
• Subsistem Tunjangan.
• Subsistem Benefit.
• Subsistem Pelapor Lingkungan.

HRD (HUMAN RESOURCE DEPARTMENT)
HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Kami percaya bahwa pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari :
Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development), Compensation and Benefit (Compensation and Benefit), Manajemen Kinerja (Performance Management), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan Karyawan (Employee Relations), Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.
Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi. Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center. Training dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.


Positif dan negative SDM
Suatu tempat wisata tentu memiliki dampak dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini dikatakan oleh Gee (1989) dalam bukunya yang berjudul “The Travel Industry”, mengatakan bahwa “as tourism grows and travelers increases, so does the potential for both positive and negative impacts”. (Gee mengatakan adanya dampak atau pengaruh yang positif maupun negatif karena adanya pengembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan yang meningkat). Dampak dampak akibat adanya tempat wisata tentu mempengaruhi ke lingkungan sekitarnya dan menurut Lerner (1977) yang dikutip oleh Allister Mathieson and Geoffrey Wall (1982) dalam ‘Tourism: Social, Economic, Environment Impacts” siapa saja didalam lingkungan tersebut. Lerner menulis seperti berikut “ Environment now includes not just only land, water and air but also encompass to people, their creation, and the social, economic,and cultural condition that affect their lives. Sehingga yang terkena dampak positif dan negatifnya adalah sesuai yang dikatakan oleh Lerner adalah masyarakat, lingkungan, ekonomi dan sosial. Masyarakat dalam lingkungan suatu obyek wisata sangatlah penting dalam kehidupan suatu obyek wisata karena mereka memiliki kultur yang dapat menjadi daya tarik wisata, dukungan masyarakat terhadap tempat wisata berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai dimana pihak pengelola obyek wisata memerlukannya untuk menunjang keberlangsungan hidup obyek wisata dan memuaskan masyarakat yang memerlukan pekerjaan dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Pengembangan suatu obyek wisata yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk komunitas setempat (Joseph D. Fritgen, 1996). Menurut Prof.Ir Kusudianto Hadinoto bahwa suatu tempat wisata yang direncanakan dengan baik, tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi yang memperbaiki taraf , kualitas dan pola hidup komunitas setempat, teapi juga peningkatan dan pemeliharaan lingkungan yang lebih baik. Menurut Mill dalam bukunya yang berjudul “The Tourism, International Business” (2000, p.168-169), menyatakan bahwa : “pariwisata dapat memberikan keuntungan bagi wisatawan maupun komunitas tuan rumah dan dapat menaikkan taraf hidup melalui keuntungan secara ekonomi yang dibawa ke kawasan tersebut”. Bila dilakukan dengan benar dan tepat maka pariwisata dapat memaksimalkan keuntungan dan dapat meminimalkan permasalahan. Penduduk setempat mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pengembangan obyek wisata, karena penduduk setempat mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan kepariwisataan di daerah tersebut, misalnya bertindak sebagai tuan rumah yang ramah, penyelanggara atraksi wisata dan budaya khusus (tarian adat, upacara-upacara agama, ritual, dan lain-lain), produsen cindera mata yang memiliki ke khasan dari obyek tersebut dan turut menjaga keamanan lingkungan sekitar sehingga membuat wisatawan yakin, tenang, aman selama mereka berada di obyek wisata tersebut. Akan tetapi apabila suatu obyek wisata tidak dikembangkan atau ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap ekonomi maupun sosial.
Menurut Prof Ir Kusudianto Hadinoto (1996) suatu tempat wisata apabila tidak direncanakan dengan baik maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan fisik, barang-barang sejarah, dan menimbulkan ketidaksukaan penduduk sekitar terhadap wisatawan maupun obyek wisata tersebut dimana pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi pengelola tempat wisata tersebut. Penulis mengutip pernyataan Coccossis (1996) yang terdapat dalam buku “ Sustainable Tourism Management” karangan Swarbrooke, J (1999) yang tertulis “An important characteristic of interaction between tourism and environment is the existence of strong feedback mechanism : tourism often has adverse effects on quantity and quality of natural and cultural resources”.
Sehingga teori ini memperkuat teori dari Prof Ir Kusudianto Hadinoto tentang hubungan tempat wisata dan lingkungan dimana bila ditangani dengan baik maka akan terjadi peningkatan lingkungan ke arah yang lebih baik tetapi apabila tidak ditangani dengan baik bisa merusak.

Berikut adalah dampak-dampak dari pengembangan suatu obyek wisata,
yaitu :
a. Dampak ekonomi
b. Dampak positif pada lingkungan
- Conservation of important natural areas
- Conservation of archeological and historic sites
- Improvement of environment
- Enchantment of the environment
- Improvement of infrastructure
- Increasing environmental awareness
c. Dampak negatif pada lingkungan
- Pollution of environment
- Waste disposal problems
- Damage to archeological and historic pride
d. Dampak positif pada sosial
- Conservation of cultural heritage
- Cross-cultural exchange
- Renewal of cultural pride
e. Dampak negatif pada sosial
- Overcrowding and loss of amenities for residents
- Cultural impacts
- Social problems
Seperti yang tertera di atas bahwa di setiap pengembangan obyek wisata akan mempunyai dampak-dampak. Tetapi pada penelitian ini penulis akan memperdalam dampak ekonomi dan sosial saja, dengan penjelasan di bawah ini :
1. Dampak ekonomi dapat bersifat positif maupun negatif dalam setiap pengembangan obyek wisata. Untuk segi positif dampak ekonomi ini ada yang langsung dan ada juga yang tidak langsung. Dampak positif langsungnya adalah : membuka lapangan pekerjaan yang baru untuk komunitas lokal, baik itu sebagai pegawai bagian kebersihan, kemananan, ataupun yang lainnya yang sesuai dengan kemampuan, skill dari masyarakat sekitar yang bisa dipergunakan oleh pihak PIM, atau dengan berjualan, seperti : makanan, minuman atau voucher hp di sekitar PIM sehingga masyarakat lokal bisa mendapatkan peningkatan taraf hidup yang layak. Selain untuk masyarakat lokal, dampak ekonomi juga akan berpengaruh bagi pemerintah daerah yang akan mendapatkan pendapatan dari pajak. Sedangkan dampak ekonomi yang tidak langsung adalah kemajuan pemikiran akan pengembangan suatu obyek wisata, adanya emansipasi wanita sehingga wanita pun bisa bekerja. Suatu pengembangan obyek wisata apabila diatur, ditata dan dipantau dengan baik tidak akan menghasilkan dampak negatif bagi sektor ekonominya, tetapi apabila tidak dilakukan, diatur, ditata dengan baik maka akan menimbulkan kerugian baik bagi pihak pengembang obyek itu sendiri maupun pihak komunitas lokal daerah setempat.
b. Dampak positif sosial :
- Conservation of Cultural Heritage : adanya perlindungan untuk benda-benda kuno, bangunan sejarah, seni traditional seperti musik, drama, tarian, pakaian, upacara adat. Adanya bantuan untuk perawatan museum, gedung theater, dan untuk dukungan acara-acara festival budaya.
- Renewal of Cultural Pride : dengan adanya pembaharuan kebanggaan budaya maka masyarakat dapat memperbaharui kembali rasa bangga mereka terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah ataupun budaya.
- Cross Cultural Exchange : pariwisata dapat menciptakan pertukaran budaya dari wisatawan dengan masyarakat setempat, sehingga membuat para wisatawan mengerti tentang budaya setempat dan mengerti akan nilai-nilai dari tradisi masyarakat setempat begitu pula sebaliknya masyarakat lokal pun bisa tahu tentang budaya dari para wisatawan
tersebut baik yang domestik maupun internasional.
c. Dampak negatif sosial :
- Overcrowding and loss of amenities for residents : setiap pengelola obyek wisata selalu menginginkan tempat wisata untuk menyedot wisatawan baik domestik maupun internasional, tetapi ada hal-hal yang harus diperhitungkan karena apabila suatu obyek wisata terlalu padat, maka bisa menyebabkan hilangnya kenyamanan bagi penduduk setempat dan membuat masyarakat setempat menjadi tidak nyaman dan pada akhirnya akan terbentuk garis batas antara penduduk lokal setempat dengan wisatawan yang terlalu banyak.
- Cultural impacts : karena ingin menyuguhkan sesuatu yang di inginkan wisatawan, tanpa di sadari mereka sudah terlalu mengkomersialkan budaya mereka sehingga tanpa sadar mereka telah mengurangi dan mengubah sesuatu yang khas dari adat mereka atau bahkan mengurangi nilai suatu budaya yang seharusnya bernilai religius. Contoh : upacara
agama yang seharusnya dilakukan dengan khidmat dan khusyuk, tetapi untuk menyuguhkan apa yang diingini oleh wisatawan maka mereka mengkomersialkan upacara tersebut untuk wisatawan sehingga upacara agama yang dulunya khidmat dan khusyuk makin lama makin berkurang. Yang ke 2 adanya kesalahpahaman dalam hal berkomunikasi, budaya, dan nilai agama yang dapat mengakibatkan sebuah konflik.
- Social Problems : adanya percampuran budaya negatif antara wisatawan dengan masyarakat setempat.(Inskeep, 1991)


Referensi:
Oleh :
Yodi Setyawan-MIB
http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/dampak-pengembangan-onyek-wisata-dampak.html

SISTEM INFORMASI SDM

Nama : Kiki Nurmakiyah
Kelas : 4PA05
NPM : 10507141


Setiap perusahaan besar pastilah memiliki sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS. Walaupun demikian nampaknya manajemen puncak kurang menekankan HRIS. Namun, peraturan pemerintah yang bertujuan memastikan persamaan dalam praktek personil perusahaan, mendesak manajemen puncak untuk memberikan perhatian yang layak pada HRIS. Menikmati status yang baru, HRIS mulai bermigrasi dari SI ke SDM, dengan memanfaatkan teknologi computer mikro. HRIS telah melalui jalan yang panjang pada decade yang alu, dan banyak eksekutif yang sekarag memandangnya sama berharga dengan system informasi fungsional lain. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia setiap perusahaan memiliki system untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber daya manusia (human resource information system) atau HRIS.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP). Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya. Fungsi Sumber Daya Manusia
1. Fungsi sumber daya manusia memiliki empat kegiatan utama :
• Perekrutan dan Penerimaan.( recruitment and hiring).
• Pendidikan dan Pelatihan.
• Manajemen Data.
• Penhentian dan Administrasi Tunjangan.
2. Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia model HRIS meliputi tiga subsistem input :
a. SIA (Sistem Informasi Akuntansi).
b. Menyediakan data personil yang berkaitan dengan keuangan.
c. Penelitian Sumber Daya Manusia.
d. Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh
e. Penelitian Suksesi (succession study).
f. Analisis dan evaluasi jabatan (job analysis and evaluation).
3. Penelitian keluhangrievance studies)
a. Inteligen Sumber Daya Manusia.
b. Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari

Lingkungan perusahaan yang meliputi :
 Inteligen Pemerintah
 Inteligen Pemasok
 Inteligen Serikat Pekerja
 Inteligen Masyarakat global
 Inteligen masyarakat Keuangan
 Inteligen Pesaing
Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai tetapi juga mengenai perorangan dan organisasi dilingkungan perusahaan yang mempengaruhi arus personil.

Model HRIS meliputi enam subsistem output yaitu :
• Subsistem Perencanaan Kerja.
• Subsistem Perekrutan
• Subsistem Manajemen Angkatan Kerja.
• Subsistem Tunjangan.
• Subsistem Benefit.
• Subsistem Pelapor Lingkungan.

HRD (HUMAN RESOURCE DEPARTMENT)
HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Kami percaya bahwa pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari :
Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development), Compensation and Benefit (Compensation and Benefit), Manajemen Kinerja (Performance Management), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan Karyawan (Employee Relations), Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.
Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi. Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center. Training dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.


Positif dan negative SDM
Suatu tempat wisata tentu memiliki dampak dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini dikatakan oleh Gee (1989) dalam bukunya yang berjudul “The Travel Industry”, mengatakan bahwa “as tourism grows and travelers increases, so does the potential for both positive and negative impacts”. (Gee mengatakan adanya dampak atau pengaruh yang positif maupun negatif karena adanya pengembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan yang meningkat). Dampak dampak akibat adanya tempat wisata tentu mempengaruhi ke lingkungan sekitarnya dan menurut Lerner (1977) yang dikutip oleh Allister Mathieson and Geoffrey Wall (1982) dalam ‘Tourism: Social, Economic, Environment Impacts” siapa saja didalam lingkungan tersebut. Lerner menulis seperti berikut “ Environment now includes not just only land, water and air but also encompass to people, their creation, and the social, economic,and cultural condition that affect their lives. Sehingga yang terkena dampak positif dan negatifnya adalah sesuai yang dikatakan oleh Lerner adalah masyarakat, lingkungan, ekonomi dan sosial. Masyarakat dalam lingkungan suatu obyek wisata sangatlah penting dalam kehidupan suatu obyek wisata karena mereka memiliki kultur yang dapat menjadi daya tarik wisata, dukungan masyarakat terhadap tempat wisata berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai dimana pihak pengelola obyek wisata memerlukannya untuk menunjang keberlangsungan hidup obyek wisata dan memuaskan masyarakat yang memerlukan pekerjaan dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Pengembangan suatu obyek wisata yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk komunitas setempat (Joseph D. Fritgen, 1996). Menurut Prof.Ir Kusudianto Hadinoto bahwa suatu tempat wisata yang direncanakan dengan baik, tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi yang memperbaiki taraf , kualitas dan pola hidup komunitas setempat, teapi juga peningkatan dan pemeliharaan lingkungan yang lebih baik. Menurut Mill dalam bukunya yang berjudul “The Tourism, International Business” (2000, p.168-169), menyatakan bahwa : “pariwisata dapat memberikan keuntungan bagi wisatawan maupun komunitas tuan rumah dan dapat menaikkan taraf hidup melalui keuntungan secara ekonomi yang dibawa ke kawasan tersebut”. Bila dilakukan dengan benar dan tepat maka pariwisata dapat memaksimalkan keuntungan dan dapat meminimalkan permasalahan. Penduduk setempat mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pengembangan obyek wisata, karena penduduk setempat mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan kepariwisataan di daerah tersebut, misalnya bertindak sebagai tuan rumah yang ramah, penyelanggara atraksi wisata dan budaya khusus (tarian adat, upacara-upacara agama, ritual, dan lain-lain), produsen cindera mata yang memiliki ke khasan dari obyek tersebut dan turut menjaga keamanan lingkungan sekitar sehingga membuat wisatawan yakin, tenang, aman selama mereka berada di obyek wisata tersebut. Akan tetapi apabila suatu obyek wisata tidak dikembangkan atau ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap ekonomi maupun sosial.
Menurut Prof Ir Kusudianto Hadinoto (1996) suatu tempat wisata apabila tidak direncanakan dengan baik maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan fisik, barang-barang sejarah, dan menimbulkan ketidaksukaan penduduk sekitar terhadap wisatawan maupun obyek wisata tersebut dimana pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi pengelola tempat wisata tersebut. Penulis mengutip pernyataan Coccossis (1996) yang terdapat dalam buku “ Sustainable Tourism Management” karangan Swarbrooke, J (1999) yang tertulis “An important characteristic of interaction between tourism and environment is the existence of strong feedback mechanism : tourism often has adverse effects on quantity and quality of natural and cultural resources”.
Sehingga teori ini memperkuat teori dari Prof Ir Kusudianto Hadinoto tentang hubungan tempat wisata dan lingkungan dimana bila ditangani dengan baik maka akan terjadi peningkatan lingkungan ke arah yang lebih baik tetapi apabila tidak ditangani dengan baik bisa merusak.

Berikut adalah dampak-dampak dari pengembangan suatu obyek wisata,
yaitu :
a. Dampak ekonomi
b. Dampak positif pada lingkungan
- Conservation of important natural areas
- Conservation of archeological and historic sites
- Improvement of environment
- Enchantment of the environment
- Improvement of infrastructure
- Increasing environmental awareness
c. Dampak negatif pada lingkungan
- Pollution of environment
- Waste disposal problems
- Damage to archeological and historic pride
d. Dampak positif pada sosial
- Conservation of cultural heritage
- Cross-cultural exchange
- Renewal of cultural pride
e. Dampak negatif pada sosial
- Overcrowding and loss of amenities for residents
- Cultural impacts
- Social problems
Seperti yang tertera di atas bahwa di setiap pengembangan obyek wisata akan mempunyai dampak-dampak. Tetapi pada penelitian ini penulis akan memperdalam dampak ekonomi dan sosial saja, dengan penjelasan di bawah ini :
1. Dampak ekonomi dapat bersifat positif maupun negatif dalam setiap pengembangan obyek wisata. Untuk segi positif dampak ekonomi ini ada yang langsung dan ada juga yang tidak langsung. Dampak positif langsungnya adalah : membuka lapangan pekerjaan yang baru untuk komunitas lokal, baik itu sebagai pegawai bagian kebersihan, kemananan, ataupun yang lainnya yang sesuai dengan kemampuan, skill dari masyarakat sekitar yang bisa dipergunakan oleh pihak PIM, atau dengan berjualan, seperti : makanan, minuman atau voucher hp di sekitar PIM sehingga masyarakat lokal bisa mendapatkan peningkatan taraf hidup yang layak. Selain untuk masyarakat lokal, dampak ekonomi juga akan berpengaruh bagi pemerintah daerah yang akan mendapatkan pendapatan dari pajak. Sedangkan dampak ekonomi yang tidak langsung adalah kemajuan pemikiran akan pengembangan suatu obyek wisata, adanya emansipasi wanita sehingga wanita pun bisa bekerja. Suatu pengembangan obyek wisata apabila diatur, ditata dan dipantau dengan baik tidak akan menghasilkan dampak negatif bagi sektor ekonominya, tetapi apabila tidak dilakukan, diatur, ditata dengan baik maka akan menimbulkan kerugian baik bagi pihak pengembang obyek itu sendiri maupun pihak komunitas lokal daerah setempat.
b. Dampak positif sosial :
- Conservation of Cultural Heritage : adanya perlindungan untuk benda-benda kuno, bangunan sejarah, seni traditional seperti musik, drama, tarian, pakaian, upacara adat. Adanya bantuan untuk perawatan museum, gedung theater, dan untuk dukungan acara-acara festival budaya.
- Renewal of Cultural Pride : dengan adanya pembaharuan kebanggaan budaya maka masyarakat dapat memperbaharui kembali rasa bangga mereka terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah ataupun budaya.
- Cross Cultural Exchange : pariwisata dapat menciptakan pertukaran budaya dari wisatawan dengan masyarakat setempat, sehingga membuat para wisatawan mengerti tentang budaya setempat dan mengerti akan nilai-nilai dari tradisi masyarakat setempat begitu pula sebaliknya masyarakat lokal pun bisa tahu tentang budaya dari para wisatawan
tersebut baik yang domestik maupun internasional.
c. Dampak negatif sosial :
- Overcrowding and loss of amenities for residents : setiap pengelola obyek wisata selalu menginginkan tempat wisata untuk menyedot wisatawan baik domestik maupun internasional, tetapi ada hal-hal yang harus diperhitungkan karena apabila suatu obyek wisata terlalu padat, maka bisa menyebabkan hilangnya kenyamanan bagi penduduk setempat dan membuat masyarakat setempat menjadi tidak nyaman dan pada akhirnya akan terbentuk garis batas antara penduduk lokal setempat dengan wisatawan yang terlalu banyak.
- Cultural impacts : karena ingin menyuguhkan sesuatu yang di inginkan wisatawan, tanpa di sadari mereka sudah terlalu mengkomersialkan budaya mereka sehingga tanpa sadar mereka telah mengurangi dan mengubah sesuatu yang khas dari adat mereka atau bahkan mengurangi nilai suatu budaya yang seharusnya bernilai religius. Contoh : upacara
agama yang seharusnya dilakukan dengan khidmat dan khusyuk, tetapi untuk menyuguhkan apa yang diingini oleh wisatawan maka mereka mengkomersialkan upacara tersebut untuk wisatawan sehingga upacara agama yang dulunya khidmat dan khusyuk makin lama makin berkurang. Yang ke 2 adanya kesalahpahaman dalam hal berkomunikasi, budaya, dan nilai agama yang dapat mengakibatkan sebuah konflik.
- Social Problems : adanya percampuran budaya negatif antara wisatawan dengan masyarakat setempat.(Inskeep, 1991)



Referensi:
Oleh :
Yodi Setyawan-MIB:
http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/dampak-pengembangan-onyek-wisata-dampak.html

Senin, 15 November 2010

TEORI IKLAN

Nama : Kiki Nurmakiyah
NPM : 10507141
Kelas : 4PA05



Teori Periklanan teori Adalah Adalah Iklan Iklan bahwa Anak didirikan untuk menggunakan Masuk Sebayang penghalang diferensiasi Canada Produk. Menggunakan seperti perusahaan periklanan merek, terpisah dari merek lain, untuk sebuah gelar yang konsumen melihat bahwa tanda adalah produk yang sedikit berbeda, tidak sepenuhnya diganti oleh pesaing aktual atau potensial. Iklan tersebut sebuah Anak Penggunaan membedakan Dari Merek Merek lain untuk Melihat Yang Chicken Gelar Produk Yang berbeda Merek Adalah Sedik, regular tidak Sempurna Atau Dibuat digantikan ada yang hipotensi pesaing. Hal ini membuat sulit bagi pesaing baru untuk dijual ke konsumen (about.com: Ekonomi).

Syarat-syarat iklan adalah sebagai berikut
1. Bahasa Iklan
a. Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi iklan
a. objektif dan jujur
b. singkat dan jelas
c. tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
d. menarik perhatian banyak orang.
Dari syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan iklan maka harus diketahui juga pengertiannya.

Pengertian Iklan
a. iklan dapat diartikan sebagai berita pesanan (untuk mendorong, membujuk) kepada khalayak / orang
ramai tentang benda atau jasa yang ditawarkan.
b. Iklan dapat pula diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak / orang ramai mengenai barang
atau jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa, seperti surat kabar / koran, majalah dan
media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Dari pengertian iklan tersebut dapat disimpulkan
bahwa iklan dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian dan mendorong atau membujuk pembaca
Iklan agar memiliki atau memenuhi permintaan pemasang iklan (oleh: Andai Yani, 28 Aggustus 2010)
Dalam elemen Attention, iklan harus mampu menarik perhatian khalayak sasaran. Untuk itu, iklan membutuhkan bantuan ukuran, penggunaan warna, tata letak, atau suara-suara khusus.
Untuk elemen Interest, iklan berurusan dengan bagaimana konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh. Dalam hal ini konsumen harus dirangsang agar mau membaca, mendengar, atau menonton pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu, iklan juga harus memiliki komponen Desire, yaitu mampu menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk tersebut.
Setelah itu, iklan juga harus mempunyai elemen Conviction, yang artinya iklan harus mampu menciptakan kebutuhan calon pembeli. Konsumen mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh untuk membeli produk tersebut. Akhirnya, elemen Action berusaha membujuk calom pembeli agar sesegera mungkin melakukan suatu tindakan pembelian. Dalam hal ini dapat digunakan kata beli, ambil, hubungi, rasakan, bunakan, dan lain-lain.
Namun demikian, dalam era yang serba over comunication iklan ini, penulis iklan harus cukup hati-hati.

Sumber
http://id.shvoong.com/business-management/technology-operations-management/2043798-syarat-syarat-iklan/ : AndaiYani
Diterbitkan di: Agustus 28, 2010 Updated: Oktober 05, 2010
http://economics.about.com/library/glossary/bldef-market-power-theory-of-advertising.htm
Kekuatan Pasar Teori Periklanan
http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/03/belajar-iklan-rumus-iklan-yang-baik.html

Minggu, 24 Oktober 2010

STRATEGI PEMASARAN "ANDROID QWERTY TYPE Wiigo T1"





Penampilan awal Wiigo T1 tak ubahnya ponsel merk lokal. Bongsor, dengan keypad Qwerty. Beda dengan ponsel Android kebanyakan yang mengandalkan layer sentuh dengan interface utama. Kondisi ini diperparah dengan material cover plastic yang terkesan ‘murahan’. Kurang elegan dan mewah. Wiigo T1 merupakan ponsel Android bermerk paket lokal bundling operator (Indosat), yang dibandrol dengan harga cukup miring. Di bagian depan tertananm LCD TFT 65k warna berosolusi 320x240 piksel dengan diagonal 2. 5 inci. Lumayan luas untuk menampilkan jajaran menu utama di bagian bawahnya bercokol keypad QWERTY 35 tombol dengan tekstur yang rapat dan agak menyembul. Material plastiknya lumayan kompak, namun sedikit membal saat ditekan untuk pengetikan. Untuk panel control menu Wiigo T1 menyediakan trackball yang diapit sederet softkey dengan beberapa fungsi khusus. Ada tombol menu, back, call / end call serta tombol cepat kamera (Tabloid Pulsa, Edisi: 193, Hal: 6, 2010).



Sistem Operasi dan Paket Bundling
Ada tiga paket yang ditawarkan. Pertama, “paket Mail” yang layanan datanya menyangkut Wmail, Wiigo Massenger, Facebook, Yahoo Massenger, MSN, dan OCDG. Kedua “ Paket Sosio” yang menawarkan layanan akses jejaring social (Facebook & Twitter) dan Instang Messenging plus ODCG tanpa Email. Ketiga, “Paket Reguler” yang meliputi semua layanan yang standar dua paket di atas plus fasilitas browsing.



Fungsi Kamera
Wiigo T1 ditananmkan lensa beresolusi 2MP (1600x1200 piksel). Dengan hasil foto yang cukup terang, bisa mengirim MMS / Email engan cara online via aplikasi khusus (Bloo). Kamera Wiigo bisa juga untuk merekam video format klip filmnya adalaj 3gp. Gambar yang beresolusi 1.3MP (1280x1024 piksel) kekurangan kamera Wiigo T1 pengaturan picture size tidak bisa diakses dan harus menyisipkan memori lebih dulu untuk bisa menggunakan kamera. Kamera Wiigo T1 memang tak dilengkapi autofokus bahkan untuk pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya, tak disediakan lampu flash.

Rasanya sulit menggelontorkan ponsel Android tanpa menggandeng operator. Pasalnya, Ponsel Android sangat haus koneksi data. Ponsel Android akan optimal jika terus terkoneksi dengan jaringan data. Demikian yang dilakukan Wigo, pabrikan ponsel lokal, yang menggandeng Indosat untuk meluncurkan produk perdananya.


Specifications :
Product Info
Brand Wigo
Model T1
Price IDR 1,400,000.00
General
2G Network 800/1800/1900

Size
Dimensions 110 x 63 x 14 mm
Weight 125 gr
Display
Type TFT

Resolution 320 x 240 pixels

Diagonal 2.5 inchi

Color Depth 65K colors

Others - Trackball
- Full QWERTY keypad
Sound
Ringtone MP3

Others - Vibration
- Speakerphone
- 3.5 mm audio jack


Memory
Internal 128 MB
External microSD, up to 8GB

Data Transfer
GPRS Class 10

EDGE EDGE

Bluetooth v2.0 with A2DP Profile

USB Yes, v20 microUSB
Camera
Primary 2 MP, 1600x1200 pixels

Others - Video recorder
Other Features
OS Android OS 1.6

Processor PXA310 624 Mhz
Messaging SMS • MMS • Instant Messaging • E-mail
Multimedia Music Player • Video Player
Battery
Capacity 1000 mAh
Standby Time 100 Hours
Talk Time 3 Hours
Pemutar Musik / Video



Wiigo T1 dibekali pemutar media khusus untuk musik kita bisa menemukan icon menunya langsung di layer utama. Disuguhi 4 ikon pengelompokan lagu berdasarkan artis lagu atau playlist. Beda dengan video harus membuka via gallery. Tampilan media pada saat beroperasi tergolong nyaman. Untuk output Wiigo T1 terbilang jernih dengan speaker tepat disamping kamera dan suara yang cukup keras dengan dominasi suara treble. Dengan kualitas audio yang lebih maksimal player musik Wiigo T1 tak menyediakan pilihan equalizer.



Internet pada Wiigo T1
Wiigo T1 mengandalkan jalur EDGE dalam kecepatan akses dunia maya. Untuk internetan Wiigo T1 menanamkan browser khas ponsel Android termasuk fitur standar terkati menelusuri hala,an situs salah satunya kemampuan membuka beberapa halaman sekaligus dan melakukan bookmarking.



Opini
Dengan pemberlakuan paket bundling dan langganan layanan datanya bakal jadi batu sandungan ditambah system dan fasilitas bawaannya pun belum bisa dinikmati secara maksimal, meskipun sudah melakukan registrasi dan berlangganan data yang ditawarkan operator. Ponsel ini dilihat dari tampilannya terutama pada fitur-fitur nya yang lumayan lengkap kita pun merasa puas dengan adanya akses untuk browsing. Kemudian menu utamanya yang lumayan luas. Namun ponsel ini kurang memuaskan dalam mengambil gambar (foto) yang agak kuarang focus. Kemudian pada pemutar musik cukup bagus secara langsung kita dapat menemukan ikon secara langsung, namun kurangnya maksimal bahwa tidak adanya equalizer.



Sumber :
Tabloid Pulsa (Referensi Spesifikasi & Harga Handphone Terpecaya). Dwi Mingguan Edisi 193 Th VIII/2010/13-26 Oktober. Halaman 6


KIKI NURMAKIYAH
10507297

Sabtu, 09 Oktober 2010

Psikologi Konsumen

Nama : Kiki Nurmakiyah
Npm : 10507141
Kelas : 4Pa05

PSIKOLOGI KONSUMEN


Psikologi Konsumen
Adalah bidang studi di mana penerapan interdisipliner ekonomi dan studi psikologis dapat menjelaskan, dan mungkin memprediksi dengan ketepatan yang lebih besar, perilaku ekonomi dan soial konsumen kelompok dalam suatu masyarakat. Konsumsi, pemikiran ekonomi, uang penanganan gaya, sikap individu sebelum perubahan sosial dan ekonomi, penjelasan ketidaksetaraan dan mobilitas sosial, partisipasi dalam strategi intervensi konsumen, tabungan dan utang pola perilaku, strategi untuk penggunaan sumber daya, dan pembayaran dan penghindaran pajak adalah beberapa dasar umum bahwa Psikolog Ekonomi perlu khawatir dan harus menyelidiki relevansi bagi masyarakat mereka yang untuk masyarakat Kolombia. Disiplin psikologi chicken sangat menarik dari Pemasaran, Kepemilikan Modal periklanan, ekonomi, antropologi, psikologi sosial, dan psikologi kognitif. Namun, psikologi konsumen telah diakui sebagai wilayah sendiri penelitian sejak Perang Dunia II. Namun, psikologi Chicken telah diakui sebagai Wilayah Sendiri penelitian sejak Perang Dunia II. Salah satu psikolog konsumen pertama dicatat adalah John B. Watson, orang yang menyarankan bahwa iklan untuk bedak bayi Johnson & Johnson akan disusun untuk halus bermain di kecemasan dan ketidakamanan umumnya dirasakan oleh ibu baru. Salah Satu psikolog Chicken Pertama dicatat adalah John B. Watson, orang Yang menyarankan bahwa iklan untuk Bedak Bayi Johnson & Johnson akan disusun untuk halus Bermain di kecemasan dan ketidakamanan ibu umumnya dirasakan Baru Dibuat. Teknik-Nya mengenali daya tarik emosional iklan tetap menjadi landasan psikologi konsumen saat ini. Seperti disiplin lain, psikologi konsumen memiliki beberapa kemungkinan area spesialisasi. Pembongkaran lain disiplin, psikologi Chicken memiliki spesialisasi kemungkinan beberapa daerah. Beberapa psikolog konsumen mempelajari pengaruh dari iklan atau kemasan produk terhadap keputusan pembelian konsumen. Beberapa psikolog Chicken mempelajari pengaruh iklan atau kemasan dari chicken keputusan terhadap Pembelian. Lainnya fokus penelitian mereka tentang bagaimana perkawinan, orangtua, dan lain tahap kehidupan penting mempengaruhi perilaku konsumen. Lainnya fokus penelitian Tentang perkawinan mereka bagaimana, orangtua, dan kehidupan lain Tahap Chicken parts therapy terapi mempengaruhi.
Psikologi harga, atau bagaimana nilai yang dirasakan dari item ditentukan, adalah khusus yang populer dalam bidang psikologi konsumen. Psikologi harga, bagaimana atau nilai Yang dirasakan ditentukan Dari item, Khusus adalah keswan Yang populer.
Psikolog konsumen dapat menjadi peneliti, pendidik, konsultan, manajer, dan pembuat kebijakan. Chicken psikolog dapat menjadi Peneliti, pendidik, konsultan, Manajer, dan pembuat kebijakan. Sebuah gelar sarjana di bidang psikologi konsumen mempersiapkan Anda untuk pekerjaan entry level dengan biro iklan, perusahaan riset, lembaga pemerintah, dan perusahaan-perusahaan swasta yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang cara pelanggan berinteraksi dengan produk tertentu. Gelar sarjana psikologi c. Kepemilikan Modal Chicken Andari mempersiapkan untuk tingkat Ingin pekerjaan entri Artikel Baru biro iklan, riset anak pajak tangguhan, Lembaga pemerintah, dan anak pajak tangguhan Swasta Yang mempelajari lebih Lanjut Tentang cara pelanggan berinteraksi Artikel Baru Produk tertentu. Namun, gelar sarjana di bidang pemasaran, manajemen, atau iklan seringkali diperlukan sebelum kita bisa berharap untuk maju dalam bidang tersebut. Namun, Gelar sarjana di Pemasaran c. Kepemilikan Modal, Policy, iklan atau seringkali diperlukan at Bisa Kita berharap untuk maju kesawan tersebut

Perilaku Konsumen
Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, serta pengevaluasian prouk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keingnan perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Sedangkan untuk harga jual tinggi memenuhi kebutuhan konsumen dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Konsumen akan lebih percaya dan memilih produk yang bisa menjamin kesejahteraan mereka. Dengan begitu, produsen masih tetap bisa mencapai tujuan utamanya, yaitu mendapatkan keuntungan, serta menjamin kesejahteraan konsumennya. Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien dan distribusi yang intensif. Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur yang lengkap.

1. Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali maka dia disebut pengecer. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak kosumen.
Contoh: Saya memiliki tagihan internet dan telepon yang terdaftar dalam program PowerBill Mandiri. Dengan alasan tertentu saya ingin memberhentikan layanan tersebut dengan melakukan konfirmasi dan fax surat pernyataan penghentian ke pihak Mandiri. 2 Minggu kemudian saya telepon kembali untuk memastikan bahwa segalanya sudah beres, dan tidak ada masalah. Ternyata pada tagihan berikutnya masih terdapat pemotongan atas

2. Konsumsi
Konsumsi dari bahasa belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda baik berupa barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Contoh : seseorang yang tadinya makan nasi aking ketika mendapat pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar akan meninggalkan nasi aking menjadi nasi beras rajalele. Orang yang tadinya makan sehari dua kali bisa jadi 3 kali ketika dapat tunjangan tambahan dari pabrik.


3. Konsumtif
Arti konsumtif adalah perilaku yang boros yang mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Lalu apakah Anda seseorang yang hidup dengan berpenghasilan lumayan besar. Mungkin bagi Anda untuk bergaya hidup konsumtif tidak menjadi masalah berarti.
Contoh: Suatu hari teman kerja saya dengan hebohnya cerita -disela-sela kesibukan kantor- bahwa pagi itu, rumah tetangganya didatangi oleh beberapa penagih utang, atau bahasa kerennya Debt Collector. Seperti biasa, yang namanya penagih utang itu defaultnya pasti galak, dan bila ada beberapa orang penagih utang berkumpul jadi satu, maka sudah pasti akan jadi galak sekali.


4. Konsumerisme
Konsumerisme adalah paham atau ideology yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusi menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. Kita harus sadar bagaimana kita harus memilih manakala kita memperoleh dana atau uang yang berlebih. Kepada kita semua hendaknya secara sadar harus melakukan perubahan paradigma. Bagaimana kita membiasakan diri untuk berpikir “berinvestasi”. Berinvestasi secara sederhana adalah dengan menabung, membeli barang-barang yang tahan lama yang dikemudian dapat dijual dengan harga yang stabil (misalnya emas), atau kita membeli surat-surat berharga (misal saham) dan sebagainya.
Contoh: manakala mereka yang memperoleh “Uang Kaget” dari MR.EM tersebut memiliki kebiasaan berfikir “investasi” dan bukan pandangan konsumerisme akan sangat baik jika uang tersebut dibelikan barang berharga misalnya emas. Dengan memiliki emas, tidak mengandung beban biaya yang harus dikeluarkan setelah pembelian.












Sumber:
http://www.masterstudies.co.id/MBA-MSc-Masters-Degree/Ilmu-Humaniora-dan-Ilmu-Sosial/Psikologi/Magister-Psikologi/Kolombia/Universidad-del-Norte/Master-Di-Bidang-Psikologi-Spesialisasi-Dalam-Ekonomi-Dan-Psikologi-Konsumen/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.wisegeek.com/what-is-consumer-psychology.htm
http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-manajemen

http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen

http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi

http://www.anthronic.com/index.php?itemid=182
http://www.butikbella.co.cc/gaya-hidup-konsumtif

http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme
http://intl.feedfury.com/content/19423840-budaya-konsumerisme.html